Dengue Hemorrhagic Fever in North Minahasa Regency in 2021-2022: Study Epidemiological

Authors

  • Ronald Immanuel Ottay Faculty of Medicine Sam Ratulangi University Manado
  • Ivonny Melinda Sapulete Faculty of Medicine Sam Ratulangi University Manado
  • Margareth Rosalinda Sapulete Faculty of Medicine Sam Ratulangi University Manado
  • Oksfriani Jufri Sumampouw Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University Manado
  • Jeini Ester Nelwan Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University Manado

DOI:

https://doi.org/10.59890/ijnhs.v2i1.1232

Keywords:

Epidemology, Dengue Hemorrhagic Fever, North Minahasa

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease that rapidly spreads, particularly in tropical and subtropical regions. One of the places affected by DHF cases is North Minahasa Regency, which is one of the top donors to cases in North Sulawesi Province. The purpose of this study is to describe the prevalence of DHF in North Minahasa Regency between 2021 and 2022 in terms of time, place, and person. This is a quantitative descriptive study. This study employed secondary data. This data was collected from the North Minahasa Regency Health Office. Data will be collected from July to October 2023. The data collected were examined univariately. The data showed that the most DHF cases occurred in 2022, with an increase in incidence in March and November. Furthermore, DHF cases were prevalent in Dimembe District (working area of Tatelu Health Center), Kauditan District (working area of Kauditan Health Center), Talawaan District (working area of Talawaan Health Center), Airmadidi District (working area of Airmadidi Health Center), and Kalawat District (working area of Puskesmas Kolongan). The prevalence of DHF cases in 2021-2022 was higher in men, with a total of 150 cases and an average of 76 instances. DHF incidences increased in 2021, particularly in February, August, and December. It can be determined that the largest frequency of DHF in North Minahasa Regency in 2021-2022 occurs between February-March and November-December, were identified in Dimembe District, and the majority of the DHF cases are male

References

Azami, M. N. A., Salleh, S., Neoh, H. M., Syed Zakaria, S., & Jamal, R. (2011). Dengue epidemic in Malaysia: Not a predominantly urban disease anymore.

BMC Research Notes, 4, 2–5. https://doi.org/10.1186/1756- 0500-4-216

Baitanu, J. Z., Masihin, L., Rustan, L. D., Siregar, D., & Aiba, S. (2022). Hubungan Antara Usia, Jenis Kelamin, Mobilitas, Dan Pengetahuan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Wulauan, Kabupaten Minahasa. Malahayati Nursing Journal, 4(5), 1230-1241.

Chandra, A. 2010. Demam Berdarah Dengue : Epidemiologi, Patogenesis dan Faktor Risiko Penularan. Aspirator, 2(2): 110–119

Chandra, E., & Hamid, E. (2019). Pengaruh faktor iklim, kepadatan penduduk dan angka bebas jentik (ABJ) terhadap kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Kota Jambi. Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 2(1), 1-15.

Fadly, R., Kaunang, W. P. J., & Pandelaki, A. J. (2015). Pemetaan Kasus Demam Berdarah Dengue Di Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Kedokteran Komunitas Dan Tropik, 3(2), 73–81.

Farahiyah, M. 2014. Analisis Spasial Faktor Lingkungan dan Kejadian DBD di Kabupaten Demak. Buletin Peneliti Kesehatan, 42(5): 25– 36.

Guha-Sapir, D., & Schimmer, B. (2015). Dengue fever: new paradigms for a changing epidemiology. Emerging themes in epidemiology, 2(1), 1-10.

Hakim, L., & Kusnandar, A. J. (2012). Hubungan status gizi dan kelompok umur dengan status infeksi virus dengue. ASPIRATOR-Journal of Vector-borne Disease Studies, 4(1).

Health Office of North Sulawesi Province. (2019). Profil Kesehatan Sulawesi Utara. Manado

Indriyani, Z., Rahardjo, M., dan Setiani, O. 2017. Hubungan Faktor Lingkungan Dengan Persebaran Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 3(3), 842-850

Ismail, A. R. (2019). Angka Kejadian Pasien dan Penyebab Penyakit Demam Berdarah Dengue serta Peran Puskesmas dalam Upaya Penyembuhan dan Pencegahan pada Tahun 2018. https://doi.org/10.31227/osf.io/vcz3e. (Diakses 11 Februari 2023).

Kasman, K., & Ishak, N. I. (2018). Analisis penyebaran penyakit demam berdarah dengue di Kota Banjarmasin tahun 2012-2016. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 1(2), 32-39.

Khormi, H. M., & Kumar, L. 2012. Science of the Total Environment The Importance of Appropriate Temporal and Spatial Scales for Dengue Fever Control and Management. Science of the Total Environment, The, 430: 144– 149.

Lahdji, A., & Putra, B. B. (2017). Hubungan curah hujan, suhu, kelembaban dengan kasus demam berdarah dengue di Kota Semarang. MEDIKA. 8(1): 46-53

Lestanto, F. 2018. Analisis Spasial Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Wilayah Kerja di Kabupaten Bantul. Jurnal Ilmiah Rekam Medis Dan Informatika Kesehatan, 8(1): 66–78.

Lumingas, E. 2017. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Tanawangko. Media Kesehatan, 9(2): 1–11.

Mahendra, H. I. (2021). Hubungan antara jenis kelamin dan Usia Dengan Kejadian Demem Berdarah Dengue Studi Observasional di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Tahun 2019.

Repository UNISSULA, 2019–2021. (online) https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/21346

Marsaulina, I., & Siregar, F. A. (2018). Pengaruh Lingkungan Fisik dan Perilaku Masyarakat terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Juang Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh Tahun 2017 (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).

Ministry of Health of the Republic of Indonesia I. (2020). Data Kasus Terbaru DBD di Indonesia - Sehat Negeriku. In Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (pp. 6–7).

Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2021. Data Kasus Terbaru DBD di Indonesia. https://www.kemkes.go.id/article/view/20120300001/data-kasus-terbaru-dbd-di-indonesia.html (Diakses 4 Februari 2023)

Musfanto, C. P., Sumampouw, O. J., & Pinontoan, O. R. (2019). SEBARAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA MANADO. 8(6), 263–269.

Mutiara, H. 2016. Analisis Spasial Kepadatan Larva, Maya Index dan Kejadian Demam Berdarah Dengue. Sematic Scholar, 1(1): 1–12

Novrita, B.,Mutahar, R., & Purnamasari, I. (2017). The analysis of incidence of dengue hemorrhagic fever in public health center of Celikah Ogan Komering Ilir Regency. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 8(1), 58041.

Paomey, V. C., Nelwan, J. E., & Kaunang, W. P. (2019). Sebaran penyakit demam berdarah dengue berdasarkan ketinggian dan kepadatan penduduk di Kecamatan Malalayang Kota Manado tahun 2019. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 8(6).

Pinontoan, O. R., Sumampouw, O. J., Ticoalu, J., Nelwan, J. E., Musa, E. C., & Sekeeon, J. (2022). The variability of temperature, rainfall, humidity and prevalance of dengue fever in Manado City. Bali Medical Journal, 11(1), 81-86.

Purwani, N. P. A. E. N., & Swastika, I. K. (2018). Efektivitas ekstrak ethanol daun kemangi (Ocimum sanctum) sebagai insektisida terhadap nyamuk Aedes Aegypti. E-Jurnal Med Udayana. 7(12): 1-4

Rasmanto, M. F. (2017). Model Prediksi Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Berdasarkan Unsur Iklim Di Kota Kendari Tahun 2000-2015. (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat). 1(3):1-10

Rojali, R., & Amalia, A. P. (2020). Perilaku Masyarakat terhadap Kejadian DBD di Kecamatan Ciracas Jakarta Timur. Jurnal Kesehatan Manarang, 6(1).

Sumampouw, O. J. (2020). Epidemiologi Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara. Sam Ratulangi Journal of Public Health, 1(1), 001.

https://doi.org/10.35801/srjoph.v1i1.27272. (Diakses 11 November 2021).

Sumampouw, O.J. (2019). Perubahan Iklim dan Kesehatan Masyarakat. CV. Deepublish. Yogyakarta

Sunarno, R. P., Wahyuningsih, N. E., & Budiharjo, A. (2017). Studi Faktor Suhu di dalam Rumah dan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Semarang Tahun 2017. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal).5(5): 807-814

Suryani, S., & Sari, D. O. (2017). Hubungan Perilaku 3M Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu. HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 3(3), 132-136.

Tomia, S., Hadi, U.K., Soviana, S., & Retnani, E.B. (2020). Epidemiology of Dengue Haemorraghic Fever Cases in Ternate City, North Mollucas. Jurnal Veteriner. 21(4): 637–645. https://doi.org/10.19087/jveteriner.2020.21.4.637

Widyorini, P., Wahyuningsih, N., & Murwani, R. (2016). Faktor Keberadaan Breeding Place Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 4(5), 94–99

Wita, R. (2014). Faktor Risiko Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur Tahun 2014. Universitas Indonesia, Depok.

World Health Organization. (2020). Gender and Health. 2020.

World Health Organization. (2020).Comprehensive Guidelines for Prevention and Control of Dengue and Dengue Haemorrhagic Fever Revised and expanded edition. World Health Organization, Regional Office for South East-Asia. (Diakses 11 Februari 2023)

Zulkarnaini, Z., Siregar, Y. I., & Dameria, D. (2019). Hubungan Kondisi Sanitasi Lingkungan Rumah Tangga dengan Keberadaan Jentik Vektor Dengue di Daerah Rawan Demam Berdarah Dengue Kota Dumai tahun 2018. Jurnal Ilmu Lingkungan, 3(2), 115-124.

Downloads

Published

2024-01-25